Penulis yang Hebat Ditempa Ujian yang Hebat

pinterest.com
“Aku ingin hidup penuh makna dan mengisap semua sumsum kehidupan. Untuk mengusir semua yang tidak hidup, jika tidak, jika mati aku tahu bahwa aku tidak pernah hidup.”
Begitulah yang ditulis oleh Thoreau dalam karyanya berjudul Walden. Yang ditulis ketika tinggal selama dua tahun dalam pondok kecil di dalam hutan.
Oleh: Ahmad Sufiatur R.
Sesuai judul di atas: Penulis yang Hebat Ditempa Ujian yang Hebat. Saya menulis ini karena masih belum menjadi penulis yang hebat. Dan ingin berbagi tentang konsep ini. Konsep tulisan ini sebenarnya sudah lama berdiam di alam bawah sadar. Sejak saya masih duduk di bangku sekolah dasar dan mulai bercita-cita menjadi seorang penulis. Sejak pertama kali membaca kisah petualangan berjudul Robinson CrusoeTreasure Island, Bakti yang Tersembunyi (kisah seorang anak yang ikut bergerilya melawan penjajah), Bocah Patriot (kisah seorang anak yang ikut melawan penjajah) dan kisah petualangan lain seperti Tintin, Lima Sekawan, Imung, Trio Detektif, dan lain-lain.
Tentu buku-buku yang saya baca kebanyakan fiksi atau karangan belaka. Namun, walau pun karangan, bahan tulisan pasti dari kehidupan nyata. Jika kesenian meniru alam, maka tulisan fiksi (karangan) pun, sedikit atau banyak, berasal dari kenyataan. Intinya adalah, tidak ada yang ciptaan manusia yang diciptakan dari kekosongan. Karena hanya Tuhan yang bisa menciptakan dari kekosongan, creatio ex nihilo.
Berbicara tentang penulis hebat yang lahir dari ujian dan pengalaman yang hebat pula. Dari sastrawan Timur sampai Barat yaitu, Abu Nawas, Rabiyah Al Adawiyah, Sun Tzu, Konfusius, Anne Frank, Pramodya Ananta Toer, Hamka, Ernest Hemingway, Conan Doyle, J.R.R Tolkien, dan sederet penulis hebat lain yang dapat menuliskan sebuah kisah nyata menjadi lebih menarik. Selain kejeniusan, para penulis tersebut dapat mengolah pengalaman hidupnya atau pun pengalaman orang lain menjadi kisah yang inspiratif dan hidup. Ya, sebuah kisah dapat lebih hidup karena penulis sedikit banyak telah mengalaminya.
Pengalaman hidup dan ujian itu tentu telah dipersiapkan oleh Tuhan. Sesuai takdir, nasib, dan rejeki yang telah digariskan. Sehingga seorang penulis dapat menempuh ujian dan pengalaman itu. Dan yang lebih penting, dapat selamat dari semua ujian hidup dan pengalaman itu sehingga dapat menyelesaikan tulisannya.
Lalu, bagaimana dengan penulis yang hanya memiliki pengalaman dan ujian yang biasa-biasa saja? Jika tidak memiliki pengalaman maka tulislah pengalaman orang lain. Jika masih belum cukup inspiratif, maka carilah pengalaman. Disengaja atau tidak, Tuhan telah mempersiapkan kisah pengalaman hidup pada tiap-tiap makhluk-Nya.
Saya termasuk yang masih memiliki pengalaman hidup yang biasa-biasa saja. Juga ujian hidup yang biasa-biasa saja. Karena itulah, saya menyadari belum menghasilkan karya tulis layaknya seorang penulis hebat yang ditempa oleh pengalaman dan ujian yang hebat pula.
Walau beberapa kali ketika riset dan proses menulis itu, saya mengalami pengalaman unik dan ujian yang tidak disangka. Beberapa kali nyaris mengalami kecelakaan di jalan raya ketika riset atau ketika observasi; nyaris terjatuh dari tebing, nyaris tewas di dalam hutan, dan ujian lainnya. Dari pengalaman unik dan ujian itu, tentu seorang penulis dapat menulis kisah yang lebih hidup dan lebih menarik. Pertama, karena mengalami sendiri sehingga dapat menangkap detail-detail kecil dan nuansa yang tidak dapat dijangkau oleh imajinasi paling cemerlang sekalipun. Kedua, karena kenyataan memang lebih aneh daripada fiksi atau karangan belaka. Ya, kenyataan lebih aneh daripada imajinasi paling absurd sekalipun.
Kenyataan bukan hanya lebih aneh daripada yang kita bayangkan, namun juga lebih aneh daripada yang dapat kita bayangkan. Kesimpulannya, jika ingin menjadi penulis hebat, maka milikilah pengalaman yang hebat dan hadapilah ujian yang lebih hebat. Jika Tuhan tidak menggariskan seorang penulis memiliki pengalaman dan ujian yang hebat, maka carilah sebuah pengalaman, ikutlah dalam petualangan hebat, dan selesaikan ujian hebat yang ditemukan.
Jika ingin menjadi penulis hebat, jelajahi dunia, pergilah sejauh-jauhnya, raihlah petualangan hebat, resapilah sumsum kehidupan sampai ke akar-akarnya, sampai ke puncak tertingginya.
Saya masih berusaha mencoba menulis sebuah karya yang abadi. Dengan meraih pengalaman hebat dan menghadapi ujian yang hebat. Walau pada akhirnya, Tuhan yang menentukan. Dan 'dewi fortuna' yang melindungi, memberi inspirasi dan mengawani setiap penulis juga tentu berbeda-beda, sesuai daya kemampuan dan takdir yang telah dituliskan dalam Lauh Mahfuz (Kitab yang Utama), yang bahkan kisah daun jatuh pun telah dituliskan.
____

Ahmad Sufiatur Rahman (Sufi) lahir di Situbondo. Suka berpetualang di dunia lain. Senang bermain dan saling belajar bersama kawan-kawannya. 
Penulis yang Hebat Ditempa Ujian yang Hebat Penulis yang Hebat Ditempa Ujian yang Hebat Reviewed by Ahmad Sufiaturrahman on September 06, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar