TIPS: Agar Kamu Bahagia dan Tidak Jomblo

Oleh: Ahmad Sufiatur R.

Sudah berapa banyak orang-orang yang masih jomblo karena egois? Sudah berapa banyak pasangan yang putus, cerai, atau rumah tangganya selalu tidak harmonis, tidak aman dan tidak damai karena sifat egois ini?

Hukum Relativitas
Orang jomblo belum tentu bersedih. Orang yang jomblo belum tentu tersiksa batin dan fisiknya. Sebaliknya, orang yang sudah punya pasangan belum tentu bahagia dengan pasangannya. Bisa jadi makin tersiksa batin dan fisiknya karena hubungan yang tidak sehat. Bisa jadi status hubungan dipaksakan dan hanyalah kedok semata, tidak benar-benar dari hati nurani. Orang yang sudah punya pasangan tentu akan makin berjuang untuk membahagiakan pasangannya, tentu akan makin banyak tuntutan, keterpaksaan, bahkan dengan cara yang ekstrem dan radikal. Karena itu tidak jarang orang-orang yang sudah berpasangan akan makin memiliki banyak beban, yang biasanya sering juga berselisih paham dan ujungnya bertengkar. Namun, relatif. Hukum relativitas berlaku, bahwa semua tergantung di mana, kapan, siapa dan dari mana sudut pandang si pengamat. Bahagia dan sedih adalah relatif, tidak ada yang benar-benar bahagia 100% dan tidak ada yang benar-benar bersedih 100%, pasti percampuran dari keduanya. Ya, ada yang menangis bahagia dan ada yang tertawa akibat frustasi. Ada juga momen di mana bahagia dan sedih bercampur menjadi satu, ya, kayak rujak kenangan, ketika rasa manis, asem, asin, dan pedas menjadi satu.

Menjaga Hubungan yang Sehat
Bagaimana menjaga hubungan yang sehat?

1. Jangan berbohong
Ya, kebohongan tanpa pertanggung jawaban memang berbahaya. Dapat merusak komunikasi. Berpura-pura mencinta juga termasuk kebohongan yang jahat. Memang ada waktunya berbohong dapat membuat orang lain bahagia bahkan dapat menyelamatkan nyawa, namun jika lebih baik jujur, maka lebih baik jujur. Karena kejujuran akan lebih meringankan walau awalnya pahit dan berat. Katakan kejujuran walau pahit. Karena kejujuran dapat melegakan, dan kebohongan akan makin memberatkan. Jika memang cinta, maka katakanlah. Jika memang sudah tidak cinta, maka katakan juga dengan sejujurnya dan cari solusinya, jangan berpura-pura. Cowok dan cewek sama saja.

2. Jangan berbuat curang
Kecurangan adalah kebohongan yang terencana, sistematis dan terorganisir. Termasuk penipuan yang mengatas namakan cinta dan keadilan. Merupakan trik politik dengan tujuan harta, tahta dan nafsu belaka. Cowok dan cewek sama saja. Karma akan berlaku, jika kamu berbuat baik akan mendapatkan balasannya, pun sebaliknya. Setiap aksi akan menimbulkan reaksi yang serupa. Jika kamu menampar, kamu pun akan mendapat tamparan.

3. Jangan berjanji jika tidak bisa menepatinya
Jangan memberikan janji-janji manis yang tidak masuk akal. Dan jangan terlena dengan janji-janji manis, karena belum terbukti. Jangan percaya siapapun jika tidak ada buktinya. Ya, karena kesungguhan kamu adalah bukti. Bukan hanya sekadar kata-kata belaka, namun diwujudkan dengan tindakan nyata yang selalu bekerja dan berproses.

Kenapa kamu masih (merasa) jomblo?
Ada banyak faktor seseorang jomblo. Atau masih merasa jomblo walau sudah memiliki pasangan dan merasa jomblo jika di luar rumah atau jauh dari si dia. Bahkan masih merasa jomblo walau sudah terikat dengan cincin kawin dan memiliki rumah (tangga) untuk pulang. Apa sebabnya?

1. Ego dan Egois
Ya, tiga kata itu, ego, dapat menghancurkan beberapa kata yang disebut sebagai 'hubungan' seperti hubungan persahabatan bahkan sebuah pernikahan. Manusia memiliki tiga sudut pandang, yaitu: Pertama, identitas dirinya yang sebenarnya. Kedua, ego yang memandang dirinya pantas, keyakinan dan percaya diri, ketika memotivasi diri, atau ketika berdandan. Dan ketiga, super ego yang bersifat perfeksionis (harus menjadi sempurna) dan idealis (sesuai impian dan cita-cita). Sifat ego (keakuan) dapat membuat seseorang menjadi egois, mementingkan dirinya sendiri, oportunis, selalu merasa benar, selalu merasa dirugikan, pelit, tidak ikhlas berkorban, pamrih dan selalu ingin menang sendiri. Sudah berapa banyak orang-orang yang masih jomblo karena egois? Sudah berapa banyak pasangan yang putus, cerai, atau rumah tangganya selalu tidak harmonis, tidak aman dan tidak damai karena sifat egois ini? Terlepas dari selebritis, publik figur, orang kaya, orang sederhana atau rakyat jelata, sama saja sifat egois bisa menjangkiti siapa saja. Bahkan makin tinggi ilmu dan makin tinggi tuntutan keluarganya dari bangsawan atau hartawan, akan makin tinggi pula sifat egoisnya. Kamu yang masih (merasa) jomblo, bisa jadi kamu masih egois dan terlalu berangan-angan dengan standar kehidupan yang terlalu tinggi, tidak realistis, mudah cemburu, iri dan dengki. Dari sifat ego muncul perfeksionis dan idealis yang terlalu berharap menemukan pasangan yang sempurna; rupawan, hartawan, dan bangsawan, bahkan yang tanpa cela. Ya, seperti mimpi-mimpi yang banyak dijual di drama TV atau pun kisah-kisah fiksi ala perfeksionis-idealis-superegois. Ya, jangan egomu kamu paksakan. Bukannya memenangkan hati orang lain, namun bagaimana melepas ego dan memasrahkan hatimu kepada belahan hati yang lain.Ya, kamu, kamu yang membaca ini dan masih merasa malu-malu, diam-diam membaca tanpa berkomentar karena egomu haha :)

2. Tidak ingin diganggu
Ada kalanya manusia ingin sendirian ketika merenungkan sesuatu. Tentu saja masih ada kadar sifat introvert (menutup diri) pada orang yang ekstrovert (membuka diri). Dan banyak yang memiliki sifat ambivert (percampuran introvert dan ekstrovert). Ya, ada waktunya manusia tidak ingin diganggu karena fokus kepada sesuatu, misalnya pekerjaan, karir, prestasi, dan lain-lain. Di waktu itulah manusia akan merasa sendiri, ketika tidak ada orang yang membantunya dan tidak ada orang yang dapat memahaminya, bahkan pasangan dan orang terdekat tidak dapat mengerti jalan pikirannya. Ketika itulah manusia tersebut akan merasa jomblo, bahkan yang sudah memiliki pasangan sekalipun. Karena buruknya komunikasi yang terjalin dan karena tingginya pemikiran sehingga tidak dapat dicapai orang-orang di sekitarnya. Cowok dan cewek sama saja.

3. Merasa bosan
Ya, kebosanan akan menimbulkan rasa tidak bahagia bahkan bagi yang telah memiliki hubungan persahabatan atau pun hubungan dengan pasangan lain jenis. Rasa jenuh dan bosan bisa datang akibat hubungan yang monoton. Jika mulai bosan dengan keramaian dan hubungan yang dingin, cobalah untuk menghindar sejenak ke tempat yang lebih tenang dan sunyi. Otak pun butuh waktu untuk mencerna segala sesuatunya, baik dan buruknya, dan kinerja otak akan makin fokus jika berada di tempat yang sunyi, jauh dari keramaian.

4. Tidak kreatif
Sebuah hubungan akan tetap terjalin jika masih ada pihak-pihak yang terus kreatif menjaga hubungannya. Karena mencari pasangan adalah termasuk pekerjaan yang membutuhkan cara-cara yang kreatif agar tidak membosankan. Berusaha menghindari kejenuhan dan kebosanan. Cowok yang merasa bosan akan berbahaya sama berbahayanya ketika cewek juga merasa bosan, karena tidak ada yang kreatif menjalin hubungan. Cobalah untuk lebih memahami hobi pasangan, atau pergi ke tempat yang disukai masing-masing bergiliran bersama-sama. Cobalah untuk mengerti orang lain.

5. Tidak peduli
Ketidak pedulian adalah kejahatan yang mematikan. Korban dari ketidak pedulian akan tertular sifat tidak peduli yang sama. Ya, seperti virus. Jika ada pasangan yang tidak peduli satu dengan lain, maka sudah tidak ada hubungan yang sehat. Jika sudah tidak peduli dan sudah tidak berusaha peduli walau hanya basa-basi kenapa harus dilanjutkan? Jika sudah tidak peduli lebih baik mencari yang peduli sehingga sebuah hubungan dapat terus terjalin. Cowok dan cewek sama saja.

Jangan Lupa Bahagia
Ya, jangan lupa bahagia. Bagaimana cara agar bahagia?

1. Bersyukur
Menyadari akan limpahan nikmat kesehatan, waktu, harapan dan peluang yang masih diberikan dan orang-orang yang masih membantu dengan tulis ikhlas, dapat menambah kebahagiaan. Manusia jika terbiasa dengan hal mewah akan merasa miskin. Maka cobalah keluar dari zona aman dan nyaman, cobalah bertahan hidup di dunia luar, terlepas dari harta dan jabatan bahkan dari pengaruh orang tua. Cobalah untuk berpuasa, dan rasakan, nikmat mana yang masih kamu sangsikan? Jika kamu memiliki kendaraan, cobalah untuk berjalan kaki dan nikmati setiap jengkal tanah di bumi yang tidak bisa dibuat oleh manusia. Bahkan manusia tidak bisa menciptakan debu.

2. Cobalah Menunduk dan Bersujud
Ya, jangan terus menerus melihat ke atas. Jika kamu terus mendongak, tentu aliran darah akan turun dari kepala sehingga menyebabkan rasa pusing dan sakit leher. Cobalah untuk berhati lapang, rendah hati, dan istirahatlah sejenak dari keangkuhan, kesombongan dan ambisi yang tinggi itu. Jika kamu terus melihat ke atas langit, maka tidak ada habisnya segala hasrat di dunia. Cobalah melihat ke arah orang-orang yang lebih tidak beruntung daripada kamu. Cobalah lihat orang-orang yang berada di rumah sakit, orang yang berada di rumah yatim piatu, orang-orang yang diberikan ujian dengan kekurangan. Sesungguhnya semua telah diberikan ujian masing-masing, dengan kelebihan atau kekurangan. Kelebihan muatan akan membuat tenggelam dan lupa daratan, begitu pula jika kekurangan, sama saja.

3. Produktif, Positif dan Kreatif
 Isilah waktu dengan kegiatan yang lebih produktif, positif dan kreatif. Karena akan membuatmu bahagia jika melakukan hal yang kamu suka, apalagi hal yang positif.

4. Kontemplasi
Cobalah sediakan waktu untuk merenung. Mengenali dirimu sendiri lebih banyak daripada mengenal orang lain. Apa yang telah kamu perbuat, apa yang telah kamu ucapkan, apa yang telah kamu tulis, apa yang telah kamu bagikan, dan apa yang telah kamu gunakan agar kamu dan orang lain bahagia. Kenali dirimu sendiri, maka kamu akan mengenal alam semesta ini. Kenali dirimu sendiri, kenali potensimu, kenali kelemahan dan kelebihanmu, kenali kekuranganmu, kenali kesalahanmu, kenali apa yang telah kamu perbaiki, apa yang telah kamu mulai, apa yang telah kamu jalani, sehingga belum terlambat untuk memperbaiki diri demi terus berproses menuju kebenaran yang sejati. Ya, hidup adalah proses menuju kebenaran, semua kebenaran yang sejati akan ditampakkan di akhirat nanti. 

Hidup adalah ujian, bukan tujuan. Karena tujuan hidup adalah keabadian setelah kematian. Dan semua pasti akan menuju ke gerbang kematian, dan akan dibangkitkan di dimensi lain.
 
Jadi, apakah kamu masih (merasa) jomblo?
Tanyakan kepada rumput yang berdisko hehe :)
Jangan lupa bahagia ya Mblo!

Situbondo, 30 September 2017

Ahmad Sufiatur Rahman (Sufi) senang berpetualang di dunia lain. Senang bermain dan saling belajar bersama kawan-kawannya.


 Sumber foto: shutterstock



TIPS: Agar Kamu Bahagia dan Tidak Jomblo TIPS: Agar Kamu Bahagia dan Tidak Jomblo Reviewed by Ahmad Sufiaturrahman on September 30, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar