TIPS: Cara Bercinta dengan Aksara (Membaca dan Menulis)

Bercinta (dengan Aksara) Sebagai Kebutuhan
Dalam buku berjudul What's Your Story, Marion Dane menulis pengantar bahwa setiap manusia terlahir dalam keadaan 'lapar'. Ya, lapar akan makanan, kehangatan, cinta, kasih sayang, pemahaman dan pengetahuan yang terjadi di sekitarnya. Rasa lapar dan haus terhadap kesadaran manusia itu sendiri agar dapat bertahan hidup, membuat hidup lebih hidup dan lebih bermakna. Jika lapar dan haus akan makanan akan membuat pusing dan tak bisa tidur, begitu pula ketika 'lapar' dan 'haus' akan pengetahuan. Kekurangan ilmu pengetahuan akan mengakibatkan galau, merana dan tak bisa tidur dengan tenang dan damai. Karena itu ketika masih kanak-kanak kita bisa tertidur setelah mendengar dongeng, atau bisa tidur setelah mengobrol dan curhat dengan orang terdekat kita. Ya, bercinta dengan aksara melalui kegiatan membaca dan menulis dapat merapikan pikiran yang kusut, dapat melegakan dan melapangkan dada, sebagai terapi diri dari pemahaman akan eksistensi manusia dan semesta tanpa batas yang tak terjangkau dan tak terpahami seluruhnya.
Tanpa pengetahuan, manusia yang serba terbatas panca inderanya, akan makin tidak berdaya dan makin cemas. Tanpa kisah, manusia tidak dapat mengetahui dunia luar yang luas itu. Dunia yang tidak hanya cukup dijelajahi dengan kaki dan mata, namun juga dijelajahi dengan pikiran dan hati yang diungkapkan melalui lisan dan tulisan.
Sejarawan Mitchell Stephens menulis bahwa manusia saling bertukar aneka macam berita, sepanjang sejarah dan lintas budaya.
Dalam buku Sembilan Elemen Jurnalisme karya Bill Kovach dan Tom Rosentiel. Menjelaskan bahwa manusia membutuhkan pengetahuan dari orang lain, di luar pengalaman diri mereka sendiri. Sehingga pengetahuan itu dapat memberikan rasa aman, rasa percaya diri, dan keyakinan dalam mencari arah tujuan hidup. Karena itu, manusia selalu cemas kepada hal yang baru dan tidak diketahuinya. Insting primitif yang dibawa sejak zaman purba ketika manusia takut akan kegelapan dan sesuatu yang tidak diketahuinya. Maka pengetahuan, berita, kisah dan tulisan dari orang lain akan memberikan cahaya seperti nyala obor yang menerangi dunia yang luas dan tak terjangkau panca indera itu.
Ya, manusia adalah makhluk pencerita atau pendongeng. Di manapun manusia akan bercerita, menanyakan kabar, mengisahkan kejadian, dan memberitakan gosip terbaru. Dari sejak kanak-kanak sampai orang tua. Dari mulai sejak di dalam rumah, di ruang kelas, di kantor, di pasar, sampai warung kopi dan di trotoar pun manusia butuh bercerita. Pengetahuan yang disampaikan menjelaskan tingkat kecerdasan, tingkat pendidikan, luasnya wawasan, luasnya pengalaman, cepatnya pemahaman dan daya kesabaran serta batas ketabahan. Sebuah pepatah Arab menulis bahwa ikatlah pengetahuan itu dengan menuliskannya. Tentu saja, karena suara akan mudah lenyap di udara. Mendengar dan menonton adalah kegiatan pasif jika tidak dapat mencerna dengan renungan mendalam dan pemahaman yang hanya dapat diperoleh dengan proses menuliskan kembali, membaca kembali dan mengulang bahan pembelajaran.
Pramodya Ananta Toer pernah menulis bahwa orang boleh pintar setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis maka akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.
"Bila aku berhenti menulis maka hidupku rasanya tidak normal. Aku menulis untuk diri sendiri. Aku rasa tak seorang pun akan menikmati buku ini seperti yang kurasakan ketika menikmati membacanya," beber J.K. Rowling. Ya, karena menulis sudah menjadi kebutuhan. Kebutuhan untuk bercinta dengan aksara seperti kebutuhan untuk bercinta dan mengungkapkan kasih sayang kepada sang kekasih hati, sang belahan jiwa.
Cara Bercinta (dengan Aksara) yang Baik dan Benar
Untuk dapat menulis (baca: bercinta dengan aksara) yang baik, lihai dan ulung, yaitu harus menjadi pendengar yang baik, menjadi pembicara yang baik, menjadi pembaca yang baik, dan terus berlatih 'bercinta' dengan tulisan dengan cara terus menulis. Dan terus menulis. Dan terus menulis. Dan terus membaca. Dan terus membaca. Ulangi dan ulangi lagi. Latihan lagi dan terus latihan. Belajar sampai akhir hayat, sampai usia yang penghabisan.
Stephen King dalam bukunya On Writing menulis bahwa tidak ada jalan lain untuk menjadi penulis selain terus menulis dan banyak membaca. Sulit mengubah penulis yang buruk menjadi penulis yang baik. Sama sulitnya dengan mengubah penulis yang malas menjadi penulis yang rajin. Seperti juga sulitnya mengubah seorang pecinta yang buruk menjadi seorang pecinta yang ulung dan good kisser. Bukan hanya karena banyaknya karya yang terbit melainkan karena banyaknya tulisannya yang justru tidak dapat terbit semuanya. 
Stephen King menyimpan banyak naskah yang tidak jadi terbit dan naskah yang masih belum selesai atau tidak dapat dilanjutkan di laci meja kerjanya. Berbagai surat penolakan dari penerbit bahkan pernah dipaku ke tembok kamarnya karena dari saking banyaknya surat penolakan.
J.K. Rowling pernah menulis bahwa dirinya akan terus menulis walau diterbitkan atau tidak.
Ya, menulis sebagai kebutuhan. Ada hal yang lebih penting daripada sekadar terbit dan mendapat hadiah. Yaitu dapat menikmati proses bercinta dengan aksara tanpa beban. Hal yang sangat terpenting adalah menikmati proses bercinta dengan aksara tanpa mengharapkan balasan apapun. Jika diawali dengan kecintaan dan tanpa mengharap apapun, maka niscaya kelak, cinta yang ditanam dengan ikhlas dan penuh cinta itu akan menumbuhkan buah yang baik. Indah pada waktu dan musimnya.
Merayu Dewi Inspirasi
Memulai menulis memang butuh persiapan. Ibarat pendekatan dengan kekasih hati. Merayu dewi inspirasi memang gampang-gampang sulit. Kadang mudah, kadang sulit, seringkali tergantung mood atau suasana hati, kondisi kesehatan fisik dan pikiran, dan waktu. Butuh waktu untuk mengejar dan merayu dewi inspirasi. Saya menyebutnya 'dewi' karena merayunya membutuhkan pendekatan yang sabar, lembut, dan sopan santun. Karena Dewi Inspirasi memiliki banyak pengetahuan dari alam semesta yang otomatis juga memiliki super ego yang tinggi pula.
Ada penulis yang memulai menulis dengan pakaian rapi, di dalam ruangan yang wangi aroma terapi, dengan pemandangan sekitar yang meneduhkan, suasana yang sunyi dengan musik favorit dan kegiatan menulis yang terjadwal dan teratur. Ada pula penulis yang menulis di tengah keramaian, di kafe yang ramai, di dekat trotoar, bahkan di tengah-tengah peperangan di daerah konflik. Tergantung selera, siapa dan di mana dewi inspirasi yang hendak kita dekati dan rayu. Apakah tipe dewi perang, dewi asmara, dewi kesuburan atau dewi kematian, tergantung kesukaan penulis memilih yang mana, siapa dan di mana.
Ada penulis yang memulai menulis dari subuh hari sebelum berangkat kerja atau melakukan kegiatan lainnya di pagi hari. Ada penulis yang hanya dapat menulis di waktu tengah malam saja. Ada penulis yang hanya memiliki waktu menulis di akhir pekan. Bahkan Stephen King pernah hanya dapat menulis di hari Minggu. Saya cenderung berpedoman kepada penulis sekaliber Stephen King karena banyak membaca biografi tentangnya. Walau tidak semua karya Stephen King yang saya sukai. Ya, tidak semua karya dari para maestro dapat hitsataupun best seller. Seperti satu album lagu yang hanya memiliki beberapa saja yang hits. Tidak semua karya yang ditulis dapat menjadi masterpiece (karya puncak). Ada musim-musim terbaik, ada inspirasi terbaik, ide yang terbaik, kinerja yang terbaik, dan hari-hari percintaan yang terbaik dari musim bercinta dan musim merayu dewi inspirasi yang eksotis sekaligus unik itu.
Menyiapkan Ritual Bercinta dengan Aksara
Sebelum bercinta dengan aksara tentu saja harus melakukan persiapan. Berbagai bahan, perlengkapan, tempat dan waktu terjadwal yang mendukung proses ritual bercinta dengan aksara.
Yang perlu dipersiapkan adalah:
  1. Waktu yang terjadwal. Carilah waktu yang tepat untuk bercinta dengan aksara. Waktu yang dapat membuat leluasa dan aman dari gangguan dari luar dan dari dalam.
  2. Buku. Siapkan buku referensi, buku tata bahasa, buku kamus, buku tesaurus, buku diksi, buku motivasi, buku inspiratif, dan buku apa saja yang mendukung dan meningkat mooduntuk bercinta dengan aksara. Tentu saja, karena menulis yang baik membutuhkan buku bacaan yang baik.
  3. Tempat yang aman dan nyaman. Siapkan tempat yang nyaman untuk bercinta dengan aksara sesuai selera. Ada yang suka bercinta dengan aksara di ruang tertutup (indoor) atau ada yang suka di ruang terbuka (outdoor). Ada yang suka memiliki meja kerja yang bagus, kuat dan khusus untuk menulis di dalam ruangan yang khusus pula. Ada yang suka menulis di perpustakaan kota, ada yang suka menulis di kafe, ada yang suka menulis di hutan, atau menulis di gunung. Tergantung selera bercinta dengan aksara di mana saja, dan kapan saja.
  4. Musik. Ada yang suka menulis dengan mendengar musik, radio, berita, atau mendengar musik dari suara alam, tergantung selera. Pilih musik yang menginspirasi sesuai tema atau genre (jenis) tulisan yang sedang ditulis. Musik yang bersemangat membuat semangat menulis menggebu-gebu, agresif, dan tajam. Musik yang romantis dan slow membuat ritme menulis juga lebih perlahan dan bisa membawa perasaan ke dalam tulisan. Sekali lagi, tergantung selera. Ada yang tak perlu musik dan cukup mendengar suara alami dari sekitarnya.
  5. Aroma. Menyeduh kopi, atau teh dengan madu, sebelum bercinta dengan aksara dapat meningkatkan mood, membentuk atmosfer suasana, dan memberikan sensasi yang berbeda. Juga ketika menulis dengan memakai parfum, lilin aroma atau lebih suka wangi yang tajam dan menyengat hidung, tergantung selera.
  6. Teknik. Teknik bercinta dengan aksara beraneka ragam. Penulis dapat memulai dengan membaca buku referensi terlebih dahulu dan membuat catatan kecil dari poin-poin pokok pemikiran. Ada juga penulis yang langsung membuat judul tulisan, atau dimulai dari kerangka karangan, atau mulai dari membuat ringkasan sinopsis tulisan, tergantung selera. Banyak cara bercinta dengan aksara. Banyak teknik yang dapat dipelajari dan dilatih demi kebahagiaan percintaan dengan aksara.
  7. Setia sampai selesai. Ya, bercintalah dengan aksara sampai selesai dan setia. Jangan sampai berselingkuh dengan kegiatan lainnya. Jangan sampai gagal fokus dalam bercinta dengan aksara karena memikirkan hal lain atau memutuskan melakukan hal lain sehingga mengganggu waktu dan proses bercinta dengan aksara.
  8. Hadiah dan rayakan. Setelah selesai bercinta dengan aksara maka rayakanlah. Walau hanya menyelesaikan satu dua atau tiga halaman atau tiga kali mengedit dan merevisi tulisan. Setelah selesai waktunya bercinta dengan aksara berilah hadiah dan rayakan walau hanya perayaan kecil-kecilan. Rayakan dengan cara berjalan-jalan, rekreasi, tak perlu jauh-jauh bisa saja ke kebun belakang rumah atau ke rumah teman atau ikut kegiatan komunitas. Rayakan dengan hadiah kecil misalnya membuat teh dengan camilan atau bernyanyi-nyanyi kecil. Hadiah yang berkesan tidak harus mahal. Dan sebuah perayaan tidak harus besar, mewah dan wah, yang penting berkesan dan kenangan bercinta dengan aksara lebih mendamaikan dan membekas di hati sehingga dapat mengulanginya kembali, sehingga dapat rindu untuk bercinta dengan aksara kembali, di lain waktu yang telah terjadwal.
  9. Cinta. Ya, milikilah cinta karena yang terpenting dari segalanya adalah cinta. Cinta bukanlah sebuah hal yang sempurna, justru dengan percintaan yang dibangun dengan baik yang dapat menyempurnakan cinta. Cinta untuk memulai lagi percintaan dengan aksara. Tak perlu ragu jika sudah cinta menulis dan membaca, maka tulislah apa saja, bacalah apa saja, dan senang mengulanginya lagi dengan percintaan yang tetap hangat atau masih membara sampai kapanpun, dimanapun, di musim apapun, selamanya, ya, mencinta dan bercintalah selamanya. Merindulah dan tetaplah kangen dalam bercinta dengan aksara. 
Begitulah tips bercinta dengan aksara. Jika ada yang belum paham atau masih bingung, cobalah bercinta dengan cara lebih banyak membaca, menjadi pendengar yang baik, dan mulailah mencoba bercinta dengan aksara.
Selamat bercinta (dengan aksara)!
Situbondo, 20 September 2017
___
Ahmad Sufiatur Rahman (Sufi) senang berpetualang di dunia lain. Senang bermain dan saling belajar bersama kawan-kawannya.
 Sumber foto: pinterest.com



TIPS: Cara Bercinta dengan Aksara (Membaca dan Menulis) TIPS: Cara Bercinta dengan Aksara (Membaca dan Menulis) Reviewed by Ahmad Sufiaturrahman on September 20, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar