TIPS: Cara Asyik Mengikuti Lomba Apapun


Dan ingatlah bahwa semuanya akan dikalahkan oleh waktu. 
Ya, waktu, adalah pemenang yang sejati.



Oleh: Ahmad Sufiatur R.




Sudah puluhan kali saya mengikuti berbagai lomba sesuai bidang yang dikuasai. Dari sekian banyak, tentu kebanyakan kalah dan gagal, beberapa kali jatuh, namun berusaha bangkit kembali. Ya, karena berangkat dari kecintaan atau hobi. Dari lomba desain, lukis, dan menulis, termasuk lomba mencari jodoh, misalnya. Jika berangkat dari cinta yang memanggilmu untuk berlomba, kau akan mengikutinya dan terus berusaha walau jalannya sulit, rumit dan berliku. Jika sudah cinta, maka halangan dan rintangan adalah pelengkap cinta itu. 



Suka duka pun pernah saya rasakan. Dari mulai memakai alat seadanya, pinjam ke teman, menginap di rental komputer, bersepeda keliling kota mencari kurir yang bisa mengirim tepat waktu, sampai mengirim karya melalui pos dengan uang pribadi yang pas-pasan. Namun, berbagai kendala seakan menambah keasyikan mengikuti lomba. Apalagi jika sudah menyukai dan berangkat dari hobi, maka halangan, kendala dan gangguan seakan menambah asyiknya mengikuti lomba. Termasuk ketika mengikuti lomba mengejar jodoh, kalau ada jodohnya.



Dari sejak sekolah dasar, saya didukung orang tua untuk mengikuti lomba yang saya kuasai. Dukungan dari orang terdekat penting, walau hanya satu dua orang yang mendukung. Peran dan dukungan dari orang tua, sahabat, dan tokoh yang diteladani penting untuk menambah semangat mengikuti lomba.



Kenapa Mengikuti Lomba?



The Need for Achievment

Ya, kebutuhan untuk terus meraih prestasi. Makin tinggi semangat untuk berkarya dan berprestasi maka akan makin maju pula sebuah bangsa dan negara. Makin semangat untuk berprestasi makin bertambah produktif dan berkembang.



Menjaga Produktifitas, Orisinalitas dan Kreatifitas

Dengan mengikuti berbagai lomba, maka kita didorong untuk terus berkarya dan terus kreatif. Selain berkarya dengan konsep dari pemikiran sendiri, kita membutuhkan ide dan gagasan dari orang lain, termasuk ketika mengikuti lomba, mengikuti syarat lomba, mencari referensi tema yang diangkat, mengetahui ide atau konsep apa yang sedang trend atau kekinian.

Dengan mengikuti lomba, kita dapat berkolaborasi dengan gagasan dari orang lain sebagai rangsangan untuk mencari konsep yang lebih orisinil. Dengan mengikuti lomba kita dapat terus menambah karya dan pengalaman yang menjadi tabungan karya dan gudang pengalaman agar lebih baik lagi.



Sebagai Latihan dan Saling Belajar

Dengan mengikuti lomba, kita dituntut untuk berpikir out of the box, di luar kotak pemikiran kita sendiri. Dengan mengikuti lomba kita bisa terus mengasah kemampuan melebihi apa yang kita pikirkan. Jadi ketika proses berlomba kita melatih diri, mengasah kemampuan, dan melatih diri agar disiplin tepat waktu.



Juara dan Hadiah Sebagai Bonus

Mengikuti lomba dengan tujuan hadiah tidak salah. Hadiah dapat menjadi penyemangat dan apresiasi kepada usaha dan kerja keras yang telah dilakukan. Namun, jika hanya fokus kepada hadiah saja, maka akan memperoleh banyak kekecewaan. Bahkan ketika menjadi juara dua, misalnya, masih merasakan kekecewaan. Ya, rasa kecewa pasti ada, namun jika menyadari hal yang lebih berharga dari sekadar hadiah dan juara, maka tidak akan lama untuk kecewa. Boleh saja kecewa, satu jam, dua jam, namun usahakan jangan sampai berhari-hari apalagi sampai membuat berputus asa dan jera mengikuti lomba kembali.



Cara Mengikuti Lomba yang Baik dan Benar

  1. Mencari lomba yang sesuai dengan bidang yang kita kuasai. Mengetahui potensi, kekurangan dan kelebihan diri sendiri sehingga dapat menjadi yang lebih baik, setidaknya untuk diri sendiri.
  2. Membuat jadwal untuk latihan dan terus berproses. Ya, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi lautan. Tidak perlu dipaksakan, yang penting sesuai kemampuan dan berkelanjutan.
  3. Menjaga Kesehatan. Hal yang terpenting adalah kesehatan, karena jika tubuh dan pikiran sehat, maka dapat melakukan apa saja yang positif.
  4. Teliti mengetahui syarat atau kriteria lomba. Budayakan membaca sampai selesai. Budayakan membaca ulang dan meneliti ulang.
  5. Mencari referensi. Menguasai tema lomba wajib dilakukan. Mengetahui konsep dan mencari referensi wajib dilakukan. Sehingga walau tidak menang atau tidak lolos, kita memiliki pengalaman, memiliki pengetahuan dan memiliki karya, itu yang terpenting.
  6. Bersiap lebih awal. Ya, usahakan mengirim karya untuk lomba lebih awal dari deadline atau tenggat waktu. Karena kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi di hari terakhir pengiriman karya. Mempersiapkan diri lebih awal membantu agar lebih konsentrasi, lebih tenang dan tidak terburu-buru sehingga bisa lebih fokus mengikuti lomba.
  7. Menjadi juara bukan segalanya. Ya, menjadi juara bukan segalanya. Dengan menyadari ini, kita akan bersaing dengan sehat, tanpa berambisi sehingga berbuat curang. Karena kita telah memperoleh pengalaman dan telah menyelesaikan karya tepat waktu, itu yang terpenting. Pengalaman itu akan menambah kemampuan kita, tentu saja, kita akan naik level karena seringnya latihan. Dan karya kita akan bertambah sehingga dapat diperbaiki, disempurnakan atau diterbitkan sendiri setelah benar-benar siap.
  8. Hadiah bukan tujuan, tapi bonus. Fokus kepada kualitas karya lebih penting daripada berhasrat untuk menang atau mendapatkan hadiah. Fokus kepada kualitas kemampuan lebih berharga daripada gagal fokus yang ujung-ujungnya merusak karya dan kemampuan kita.
  9. Berdoa, berkarya dan terus berkarya. Diawali dengan berdoa dan diakhiri dengan berdoa dapat menenangkan, menambah konsentrasi dan menambah kepasrahan. Ya, kita tidak bisa menanggung beban lomba seorang diri, maka pasrahkan kepada kekuatan semesta agar mendukung. Pasrahkan kepada Tuhan setelah selesai berkarya. Kemudian terus berkarya dengan hati senang dan lapang dada.





Bagaimana mengikuti lomba dengan asyik?



  1. Niatkan untuk berlatih dan terus belajar. Sehingga menghindarkan kita dari sombong dan atau rasa putus asa.
  2. Bersiap untuk kalah dan bersiap untuk menang. Ya, kemenangan dan kekalahan sama-sama dapat menghancurkan jika tidak bersiap dari awal. Para pemenang bisa saja kalah. Dan yang kalah, bisa saja menang di lain waktu. Bersiap untuk menang dan kalah akan membuat kita bijak, tidak sombong dan juga tidak putus asa, sehingga bisa terus berusaha dengan senang hati.
  3. Percaya diri dan percaya bahwa Tuhan dan orang-orang terdekat selalu mendukung dan mendoakan kita.
  4. Memiliki kemauan. Karena jika ada kemauan pasti ada jalan. Walau dengan alat dan fasilitas terbatas. Karena yang terpenting kita masih memiliki otak, akal dan fisik yang sehat lahir batin. Sehingga masih memiliki kesempatan dan dapat dilatih.
  5. Menjaga kesehatan. Karena sehat lahir batin adalah modal utama dan kenikmatan yang dilimpahkan oleh Tuhan.
  6. Senantiasa bersyukur. Bersyukur diberikan waktu dan kesempatan. Bersyukur diberikan kemauan dan kesehatan. Karena tidak semuanya diberikan waktu, kesempatan, kemauan dan kesehatan, maka kita patut terus bersyukur.
  7. Kegagalan adalah tangga menuju keberhasilan. Setiap pemenang pasti akan melewati tangga kegagalan sebelum mencapai keberhasilan. Ya, karena kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi detik berikutnya? Kita tidak mengetahui apa yang ada di balik tembok kegagalan dan halangan itu. Tugas kita hanya terus berusaha, terus mencoba, terus berlatih, terus melangkah, terus bangkit, terus melewati kegagalan demi kegagalan demi menuju ke puncak keberhasilan. Apa jadinya jika Thomas Alva Edison pencipta bola lampu berhenti mencoba pada usahanya yang gagal 99 kali itu? Karena kecintaan dan pantang menyerah yang membuat Edison mencola lagi untuk yang keseratus kalinya. Dan berhasil. Jika dapat bangkit dari kegagalan, maka akan menjadi inspirasi dan teladan. Pun ketika meraih keberhasilan dan terus tidak berhenti berkarya dan tidak takut gagal, akan menginspirasi orang lain.
  8. Semua yang menang dan kalah akan sama-sama dikalahkan oleh waktu. Ya, semua akan menghadapi gerbang kematian. Tidak ada yang abadi di dunia, kecuali warisan ilmu, amal dan generasi yang merawat warisan ilmu dan amal itu.



Bob Sadino pernah berkata, “Saya tak percaya jika ada pengusaha yang tak pernah gagal. Namanya pengusaha ya terus berusaha walaupun beberapa kali gagal.”

Ya, namanya juga pengusaha, orang yang selalu mengusahakan usaha dan terus berusaha walau beberapa kali gagal.



Saya masih ingat ketika mengikuti lomba puisi ketika SD dan menang, saya juga masih ingat ketika mengikuti lomba komik dan menang, saya juga masih ingat ketika mengikuti lomba menulis dan menang. Kenapa hanya menangnya saja yang diingat? Ya, karena dari saking banyaknya kegagalan dan kekalahan sudah tak terhitung berapa kali sampai tidak ingat lagi. Lupakan kegagalan, belajar dari pengalaman, dan jangan lupa bahagia dengan prosesnya. Seperti proses mengejar jodoh, misalnya.



Maka, teruslah berlatih dan terus belajar dengan mengikuti lomba. Dan ingatlah bahwa semuanya akan dikalahkan oleh waktu. Ya, waktu, adalah pemenang yang sejati.



Situbondo, 5 Oktober 2017



Ahmad Sufiatur Rahman (Sufi) senang berpetualang di dunia lain. Senang bermain dan saling belajar bersama kawan-kawannya.



 Sumber foto: truthofthoughts.com













































  
TIPS: Cara Asyik Mengikuti Lomba Apapun TIPS: Cara Asyik Mengikuti Lomba Apapun Reviewed by Ahmad Sufiaturrahman on Oktober 05, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar