Puisi : Esok Masih Ada Sore Karya Ahmad Maghroby Rahman



Puisi-puisi Ahmad Maghroby Rahman

PAJHAT DHIKA

Pajhat Dhika ta’ ce’ rammina
Jhalan-jhalan ta’ but salbutan
Kol 12 malem bisa amaen ebbal
Tayaqqodu mole ka bengkona

Pajhat dhika ta’ ce’ celleppa
Namen jhaghung ce’ cocokka
Reng narokan se majanga
Reng Kaju Mas molong bhakona

Pajhat dhika ce’ dhisana
Bara’ temor saba kona
Ka reng towa ce’ taqdimma
Ka langgharra ce bhajhengnga

Tape ta’ anapa
Maskea nga’ beremma
Maskea da’emma
Pagghun nyalonot tajhin palappana

Tape ta’ anapa
Maskea nga’ baremma
Maskea dhaddhi apa
Sengko’ dhujan nase’ soduna

Tape ta’ anapa
Maskea nga’ baremma
Maskea sasoghi apa
Sengko’ pagghun ngakan kotel la.


Sederhana

/1/
Sederhana saja,
Aroma rumah,
Bedug zuhur,
Kami makan bersama

Sederhana saja,
Secobik acan,
Dadar jagung, sayur bening,
Karese dan nasi jagung

Sederhana saja
Bau Padi                                                  
Biji-biji cemara
Ramai-ramai di pelesteran

Sederhana saja,
Azan melengking,
Amin keras-keras,
Berlari keluar musholla

Sederhana saja,
Main tanah,
TPQ,
Pergi ke mushollaa
Sederhana saja,
Tayaqqodu,
Qunut,
Tom & Jerry

Sederhana saja,
Jalan dini hari,
Lihat tivi,
Makan di Bu Rati

Sederhana saja,
Di belakang rumah,
Secangkir teh manis,
Orang-orang menyapu

Sederhana saja,
Lembut dan ulet, Teguh


Sebuah Daftar

Berikut adalah yang sederhana:
Rumit
Paling
Ter

Berikut adalah yang rumit:
Sederhana
Biasa saja
Tengah tengah


Lawan

Setelah semua kegaduhan ini, setelah semua prahara itu, aku baru sadar bahwa aku telah menghianati bunyi. Bunyi dengan nada seperti ini; biarkan sajalah semua berjalan secara alami. Nyatanya semua hanya sebuah teori. Aku, sebaliknya, melakukan sesuatu yang aku bilang “tidak-tidak”. Tidak untuk menggenggam terlalu erat, tidak untuk memelukmu dalam sesak dan tidak untuk meracunimu dalam gelap.

Dulu saat akan mengucapkan itu, aku lupa bahwa yang “tidak-tidak” adalah niscaya. Kecuali, aku simpan beberapa bagian darinya. Namun, itu bukan sebuah “hanyalah”. Itu sebuah “?” !!!.
Aku tak meminta bagaimana selain kepada diriku sendiri.

Lantas, seumpama demikian,

Aku harus LAWAN !!!!


Esok Masih Ada Sore

Tak apa jika angin dari samudera itu semakin mendekat
Tak apa jika kemarau semakin pekat
Tak apa, tak apa
Genggam tanganku erat
hingga kita saling melekat.



Mengapa tidak?

Mengapa tak sekalian saja
kau kirim salam setiap minggo sore?
Karena melati-melati di taman
tak pernah tenang menanti.

Mengapa tak sekalian saja
kau goda aku setiap sore?
Karena lampu kota
 kelap-kelip sejak jam lima tadi

Dan mengapa tak sekalian saja
 kau bangunkan aku setiap pagi?
 jika ia, mengapa tidak?
katamu hari ini.             


Biodata Penulis

Ahmad Maghroby Rahman, tianggal di Jl. Bukit Putih Ardirejo Panji Situbondo.

Puisi : Esok Masih Ada Sore Karya Ahmad Maghroby Rahman Puisi : Esok Masih Ada Sore Karya Ahmad Maghroby Rahman Reviewed by Takanta ID on Agustus 05, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar