Pengghir Sereng: Wisata Rumah Pintar Pemilu di Situbondo



Menyelenggarakan pendidikan pemilih adalah tanggungjawab semua elemen bangsa; penyelenggara pemilu, partai politik, pemerintah, perguruan tinggi dan organisasi masyarakat sipil. (Alm. Husni Kamil Malik)
Pernyataan Alm. Husni Kamil Manik di atas diutarakan terkait Rumah Pintar Pemilu. Rujukan Rumah Pintar Pemilu sendiri tercatat pada PKPU NO.5 Tahun 2015 tentang sosialisasi dan partispasi masyarakat dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Wali kota dan Wakil Wali kota. Konsep Rumah Pintar Pemilu pemanfaatan ruangan atau bangunan khusus untuk melakukan seluruh program project edukasi masyarakat. Masyarakat bisa mendapatkan informasi terkait sejarah serta informasi yang berkaitan dengan kepemiluan.
Program Rumah Pintar Pemilu mulai dirancang pada tahun 2015. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dari sembilan provinsi dan 18 kabupaten/kota pada tahun 2015. Di tahun 2016 pelaksanaan Rumah Pintar Pemilu naik ke sepuluh provinsi. Pilot Project Rumah Pintar Pemilu semakin luas di tahun 2017 hingga 273 kabupaten/kota dan 15 provinsi. Sampai tahun 2020 rumah pintar pemilu diharapkan dalam setiap kabupaten/kota maupun provinsi.
Keberadaan Rumah Pintar Pemilu sendiri, bagi saya, bagaikan perpustakaan sekolah yang berperan sebagai jantungnya pendidikan. Desain Rumah Pintar Pemilu disesuaikan masing-masing kabupaten dan provinsi. Dari segi nama misalnya. Banyuwangi memakai Rumah Pintar Pemilu Lare Osing. Bondowoso menggunakan Rumah Pintar Singo Ulung. Dan Situbondo sendiri menggunakan nama Rumah Pintar Pemilu Pengghir Sereng. Pengghir Sereng diambil dari bahasa Madura yang berarti pinggir pantai atau tepi pantai. Filosofi yang disesuaikan dengan kondisi teritorial Situbondo yang dikelilingi oleh lautan. Dari 17 kecamatan yang berada di Situbondo, ada 14 kecamatan yang dikelilingi oleh laut.
Potensi RPP Pengghir Sereng untuk menjadi sebuah wisata berbasis pengetahuan sebagai kelanjutan dari Tahun Kunjungan Wisata tahun 2019 yang dilaksanakan oleh Kabupaten Situbondo bisa saja dilaksanakan dengan maksimal. Eman kan kalau program Tahun Kunjungan Wisata (TKW) 2019 terputus. Uang, tenaga dan waktu sudah dikorbankan untuk program tersebut, eh malah tidak dilanjutkan ke jenjang yang serius. Diputus saat lagi sayang-sayangnya tuh sakit banget loh!!
Sepantasnya pihak KPU Kabupaten Situbondo bisa menjalin kerja sama dengan instansi pendidikan SMA/MA dan mahasiswa sebagai perwakilan pemilih milenial. Di luar hal tersebut di atas, aparatur desa dan masyarakat Situbondo khususnya sangat penting peranannya.
Pemanfaatan ruangan sebagai program Rumah Pintar Pemilu menjadi lebih mudah karena tidak hanya terpaku di dalam kantor KPUD saja. Di ruang-ruang terbuka besar kemungkinan untuk dilaksanakan. Harapannya tentu saja agar masyarakat terlibat aktif mengunjungi ruangan RPP. Mengisi Rumah Pintar Pemilu dengan buku-buku bisa menjadi hal yang dapat dilaksanakan dengan mudah jika keberadaan RPP ini ditujukan sebagai pengetahuan pesta demokrasi. Karena, bagi penulis sendiri, demokrasi tidak hanya tentang saat pencoblosan. Memantau dan mengontrol perjalanan pemerintahan pasca pemilihan penting untuk dilaksanakan. Di sinilah letak urgensinya rumah pintar pemilu dalam sebuah negara demokrasi.
Dalam waktu dekat ini, Situbondo dan beberapa kabupaten lainnya sedang melaksanakan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020 yang akan diselenggarakan pada 23 September. Rumah Pintar Pemilu harus menjadi ruang diskusi prihal pemilihan ini. Lewat media RPP ini masyarakat dapat mengerti tentang pentingnya pengetahun kepemiluan. Terutama yang berkaitan tentang haramnya money politic. Kaum milenial harus bisa menjawab tantangan tersebut. Tidak hanya menolak si pemberi uang, melainkan kaum milenial harus mampu menolak uangnya pula.  []

Biodata Penulis
Imam Sufyan, staff pendukung Sosdiklih, SDM dan Parmas.

Pengghir Sereng: Wisata Rumah Pintar Pemilu di Situbondo Pengghir Sereng: Wisata Rumah Pintar Pemilu di Situbondo Reviewed by takanta on Januari 31, 2020 Rating: 5

Tidak ada komentar